RSS

Pengenalan Dasar Komponen Komputer

06 Dec

SISTEM KOMPUTER

Dalam menjalankan tugasnya, komputer dan komponen – komponennya membentuk satu kesatuan yang saling bekerja sama agar dapat menjalankan aplikasi , instruksi, dan program yang terdapat di dalam komputer.

Sistem komputer memiliki  tiga komponen utama, antara lain :

1. Hardware, yaitu perangkat fisik seperti CPU, motherboard, hardisk, RAM, processor, VGA,  dan monitor

2. Software, yaitu piranti lunak komputer misalnya aplikasi dan program

3. Brainware, yaitu user yang mengoperasikan komputer.


KOMPONEN HARDWARE KOMPUTER

1. Motherboard

a. Pengertian Motherboard

Motherboard atau sering juga disebut mainboard adalah  sebyah kepingn papan elektronik ( Printed Circuit Board) yang berfungsi untuk menyediakan tempat (socket, slot & connector) bagi komponen seperti processor, memory, video card (VGA), device connector (printer, sacnner, monitor), dan sebagainya. tersebut, lalu mengatur dan mengkoordinir mereka agar dapat bekerjasama dengan baik. Komponen itu (atau bisa disebut sebagai periferal / device) seperti processor, memory, video card (VGA), device connector (printer, sacnner, monitor), dan sebagainya. Wadah tempat mereka diletakkan pada processor mempunyai istilah tersendiri seperti socket, slot atau connector. Contoh : socket processor, slot PCI Card, slot memory (atau biasa disebut salah satu : SIMM, DIMM, RIMM), atau connector USB.

Dan seperti umumnya pada PCB, motherboard juga berisi jalur sirkuit elektrik yang menghubungkan setiap komponen tersebut. Sirkuit berfungsi  menyediakan tempat untuk mentransfer sinyal & voltase (power). PCB sendiri terdiri dari beberapa lapisan (biasanya disebut layer), dan setiap layer berisi jalur sirkuit tersendiri, hingga setiap jalur yg rumit tidak perlu berhubungan jalur lain yg tidak terkait. Semakin banyak layer pada motherboard (biasanya 4 – 8 layer) maka akan semakin berkualitas, karena mengurangi adanya ganggungan interferensi.

PCB motherboard terbuat dari fiberglass dan track tembaga menghubungkan antar komponen. Kemampuan dan kecepatan kerja komputer ditentukan juga oleh motherboard.


b. Komponen – Komponen Motherboard

Sebuah motherboard biasanya adalah sebuah multi-layered PCB. Dan sebagaimana umumnya PCB, motherboard berisi jalur sirkuit elektronik kompleks yg membawa sinyal dan voltase untuk menghubungkan setiap komponen yg ada. Jalur sirkuit ini bisa berada pada setiap layer (lapisan) pada motherboard, karena PCB-nya sendiri terdiri dari beberapa lapisan (biasanya minimal 4-8 layer). Tujuan layer sebenarnya adalah untuk membagi jalur tersebut agar komponen yg tidak berkaitan, jalurnya tidak berhubungan karena ditempatkan pada layer yg berbeda (interseksi).

Secara sederhana sebuah MB akan berisi : PCB Utama, Processor Socket /Slot, Memory Slot, PCI Slot, IDE Slot, Chipset, BIOS, I/O Connector (Parallel, Serial, Sound, USB, PS/2), power Connector dan beberapa komponen elektronis lain. Pengertian slot & connector adalah tempat dimana device lain dapat di-instalasikan sesuai standar-nya masing-masing. Misalnya Procesor akan di-instal pada processor socket, memory pada memory socket, Sound-card pada PCI Slot atau Keyboard yg bisa dipasang pada port USB atau PS/2.

Perhatikan gambar di bawah ini :

komponen-komponen komputer

a) Socket Processor

b) socket Memory

c) Chipset 1

d) Socket Power Suplai

e) Socket Flopy Disk

f) Socket Harddisk

g) Socket Keyboard dan Mouse PS/2

h) USB Port

i) Printer Port

j) Slot AGP

k) Slot PCI

l) Slot ISA

m) BIOS

n) Chipset 2

Motherboard mendapat supply tenaga dari sebuah power supply, dimana voltase akan dialirkan melalui sebuah power connector. Seluruh periferal yg terinstal dengan MB akan mendapat pasokan power ini. Dipasaran tersedia berbagai varian power supply, yaitu 250w, 300w atau sampai 500w.

motherboard versi terdahulu

motherboard versi terbaru

a. Alur Kerja Motherboard

Ketika sebuah computer dinyalakan (power-on), yg pertama kali berproses adalah chip BIOS yg akan mem-verifikasi komponen yg dipasang sistem PC, seperti type processor, memory, add-on card, dan komponen lainnya. Biasanya semua komponen ini akan dideteksi otomatis oleh BIOS, dan disalin dalam list (daftar) yg dapat dilihat oleh user. BIOS mendapatkan power dari sebuah battere yg berfungsi ketika computer dimatikan (power-off), jadi data yg disimpan pada chip tidak akan hilang. Ketika BIOS selesai memverifikasi informasi dari seluruh komponen yg terinstall, maka tugas akan beralih ke chipset yg mengontrol seluruh device / komponen. Chipset mengatur processor ketika menginstruksikan atau meminta data dari memory, transfer dari memory ke HDD dan komponen I/O yg ada.

Pertama kali system akan mendeteksi OS (System Operasi) yg dipakai, dari sinilah system hardware & software akan terhubung dan bekerjasama. Jika OS dapat dideteksi maka system akan bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa macam OS yg umum digunakan adalah Microsoft Windows, Linux atau DOS.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2010 in Sistem Komputer

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: